Narator : Shinta adalah seorang anak dari keluarga
berkecukupan . Ia tinggal bersama Mama
dan Papa yang sibuk dengan urusan kerja mereka . Tapi Shinta memiliki 3 orang
sahabat yang sangat menyayangi Shinta .
1. Mbo Je : Shinta … Bangun ! Waktunya mandi dan
sekolah .
2..Shinta : Mama mana ?
3. Mbo Je : Mama sudah kekantor dari tadi subuh ?
4. Shinta : Lalu , pulang malam lagi ?
5. Mbo Je : Tidak tau Shinta . Lebih baik mandi
dan sarapan . Ayo cepat .
6. Shinta : ( Cemberut
) Pergi ngga pamit , pulang apalagi . Huhhhhhh
7. Mbo Je : (Tersenyum)
Anak manis , jangan begitu . Mama kan sedang cari uang ?
8. Shinta : Tapi kalau begini terus , kapan Shinta
bertemu mama ?
9. Mbo Je : Akhir pekan kan bisa ?
10. Shinta : Sudahlah (menuju kamar mandi)
(Setelah selesai mandi)
11. Lori : Pagi-pagi sudah cemberut ? Ayo makan .
12. Shinta : Ia.
(Handphone Shinta berbunyi )
From:
Andre J
Pagi
Shinta ,,,Sudah selesai sarapan ? Hari ini aku jemput kamu . Aku sudah dirumah
kamu .
Andre
13. Lori : Sms dari Falen ?
14.
Mbo Je : Dijemput lagi ?
15.
Shinta : Itulah gunanya sahabat !
Pergi dulu ya ….. (berlari)
16.
Lori : Awas saja bisa jadi Sahabat jadi
Cinta .
(Didepan rumah)
17.
Shinta : Maaf lama .. Belum lama
kan ?
18.
Andre : Belum . Baru sekitar satu
jam .
19.
Shinta : ha ??????? Maaf yah ..
20.
Andre : Ngga apa-apa . Ayo cepat .
(Sampai dikelas)
21.
Astrid : Kalian lama sekali ?
22.
Nina : Pasti menunggu Shinta ?
23.
Andre : Seperti biasanya .
24.
Shinta : Maaf teman-teman . Kalian
sudah mengerjakan PR ?
25.
Andre : Sudah . Kamu?
26.
Shinta : Sudah .
27.
Nina : Guru sudah masuk .. Ayo
duduk !
(Istirahat)
28.
Gara : Hey , , Genndut !
29.
Shinta : Kamu ngga bisa sehari saja
tidak mengganggu aku ?
30.
Gara : Hahahahaha ….. Dasar Tembem !
31.
Shinta : Diam ……
32.
Gara : Kamu mau kekantin ?
33.
Shinta : Memangnya kenapa ?
34.
Gara : Nanti kamu makin gendut !
35.
Shinta : Dasar Sirik ! (berlari kea rah Andre , Nina dan Astrid)
36.
Andre : Kenapa lagi ? Gara ?
37.
Shinta : Ia . Dasar Cowok aneh !
(Sementara itu , Handphone Shinta berbunyi)
From :
Sandy
Selamat pagi sayang … Jangan lupa
makan . LveU <3
38.
Andre : Siapa ? Randy ?
39.
Shinta : Bukan . Itu tadi dari
Sandy . Kalau Randy udah sms dari tadi .
40.
Astrid : Kapan berubah Shinta ???
Cowok itu bukan permainan .
41.
Nina : Awas kamu kena batunya .
42.
Shinta : Diam aja yah . Ini urusan
pribadi .
43.
Andre : Aku pergi . (Berdiri dan berjalan keluar)
44.
Shinta : Tidak jadi makan ?
45.
Andre : Udah hilang nafsu makan . (pergi)
(Di kelas ……………………..)
46.
Andre : Pinjam HP dong ?
47.
Shinta : Buat apa ?
48.
Andre : Iseng . Cepat .
49.
Astrid : HP aku aja .
50.
Andre : (cuek) Cepat beri HP kamu .
51.
Shinta : Aneh . ( Mengambil HP dari kantong dan memberi pada
Andre)
(Diluar kelas)
52.
Nina : Sedang apa ? HP Shinta
kan ?
53.
Andre : Shinta punya cowok baru
lagi ? (Sedih)
54.
Nina : Memangnya kenapa ? Tau
dari mana ?
55.
Andre : Dari sms-sms Shinta . Aku
ngga suka .
56.
Nina : Kenapa ?
57.
Andre : Nanti saja aku cerita . Ayo
masuk .
58.
Nina : Oke .
(Pulang sekolah)
59.
Shinta : Aku pulang duluan yah ?
60.
Astrid : Dijemput lagi ? Siapa ?
61.
Shinta : Nathan , siswa SMA PURNAMA
. Baru saja jadian tadi pagi . Duluan yah (Segera
bergegas)
62.
Andre : (menahan tangan Shinta) Tidak boleh . Kamu harus pulang bersama
kami .
63.
Astrid : (Melepaskan tangan Andre)
Sudahlah .
(Shinta tersenyum dan berlari keluar .
Malamnya…… BBM baru masuk)
Nina => Katanya ada yang ingin kamu
katakan ?
Replay
Andre=> Aku suka sama Shinta , tapi
aku tidak suka sifatnya yang suka mempermainkan cowok .
Replay
Nina=> Ungkapkan saja !!!
Replay
Andre=> Tidak! Belum waktunya .
Jangan dulu cerita pada siapapun .
Replay
Nina=>Yah Sudah , sampai bertemu
besok .
(Esok Harinya)
64.
Shinta : Pagi teman-teman ……..
65.
Andre : Pagi juga Shinta . Apa kabar ?
66.
Shinta : Baik :) Eh , aku suka sama
Falen .
67.
Andre : Falen ? Tapi dia kan …….
68.
Shinta : Eh , aku ke kantin dulu
dengan Falen yah …. ?
69.
Andre : Tapi Falen …. (berdiri ingin mengejar Shinta)
70.
Astrid : (Berdiri dan menahan Andre) Sudahlah , ,,, ayo ke kanitin .
(Sepulang sekolah )
71.
Shinta : Aku duluan yah ….
72.
Astrid : Kemana lagi Shinta ?
73.
Nina : Gebetan baru lagi ?
74.
Shinta : (tersenyum) Falen . Bintang basket , Siswa Teladan , kaya , ganteng
.
75.
Andre : Tidak boleh . Kamu pulang
dengan aku . Ayo …
76.
Shinta : Tapi Falen …
77.
Andre : Diam saja . Ayo … (menarik tangan Shinta dan keluar kelas)
78.
Astrid : Tunggu , aku ikut ... (menyusul Andre dan Shinta)
79.
Nina : Tidak . (menahan tangan Astrid) Kamu pulang
dengan aku .
80.
Astrid : Tapi …
81.
Nina : Kamu ada janji dengan aku
, kamu mau menemani aku belanja kan ?
82.
Astrid : Baiklah …… (cemberut)
(Di restorant)
83.
Shinta : Kamu kenapa ?
84.
Andre : (diam saja)
85.
Shinta : Andre ? Aku membatalkan
janji dengan Falen karena kamu . Sebenarnya ada apa ?
86.
Andre : Aku tidak suka kamu jalan
dengan Falen . Dia itu …….
87.
Shinta : Katanya kamu sahabat aku ?
Kenapa kamu tidak mendukung aku ? Kamu jahat !
88.
Andre : Bukan begitu Shinta , tapi
kamu tidak tau sifat dan karakter Falen yang sebenarnya . Kemarin aku melihat
dia jalan dengan Amel di mall . Dan mereka pegangan tangan .
89.
Shinta : Cukup . Kalau kamu tidak
suka aku dan Falen jadian , kamu jangan memfitnahnya .
90.
Andre : Itu bukan fitnah . Aku
bersumpah itu benar-benar terjadi .
91.
Shinta : Sudahlah . Aku kecewa
dengan sikap kamu . Akhir-akhir ini kamu tidak peduli padaku lagi .
92.
Andre : Shinta . Percaya padaku .
Aku tidak mungkin membohongi kamu .
93.
Shinta : Sudah . Aku bosan dengan
kamu . Aku pergi … (bergegas keluar)
(Setelah Shinta keluar )
94.
Andre : (berbisik) Aku tidak ingin kamu sakit hati . Aku sayang sama kamu ,
tapi kamu ... (menangis)
Narator : Setelah kejadian itu , Shinta marah pada Andre
. Ia tidak mempedulikan Andre lagi .
95.
Astrid : Andre ,, kamu kenapa ?
96.
Andre : Tidak apa-apa . Cuma tidak
mood hari ini .
97.
Astrid : Shinta lagi ? Kenapa
harus dia ? Kenapa kamu terus memikirkan orang yang tidak penting itu ?
98.
Andre : Tidak penting ?
99.
Astrid : Ia . Cewek sombong , sok
pintar , sok cantik , dan ‘playgirl’
itu kan ?
100.
Andre : Kenapa kamu bicara begitu ?
Dia itu sahabat kamu sejak kecil .
101.
Astrid : Hahahaha ,,, siapa yang mau
bersahabat dengan dia . Dasar cewek aneh , bodoh dan …
102.
Andre : (berdiri) Diam kamu , kamu
tidak boleh berbicara begitu .
103.
Astrid : Kenapa ?
104.
Andre : (marah) Karena aku suka pada Shin … (menutup mulut)
105.
Astrid : (terkejut) Suka ? Jadi kamu suka pada Shinta ?
106.
Andre : TIdak . aku hanya …
107.
Astrid : (marah) Kenapa sih dia selalu merebut yang aku punya ? Dia udah
merebut peringkat dikelas , dan sekarang dia merebut kamu dari aku ? (menangis)
108.
Andre : Maksud kamu ?
109.
Astrid : Aku sayang sama kamu .
110.
Andre : Aku …Aku tidak bisa . Aku
hanya sayang sama Shinta . Maaf . (Pergi)
Narator : Astrid hanya bisa menangis . Ia merasa Shinta
telah merebut segalanya dari Astrid . Keesokan harinya …….
111.
Astrid : Shinta . Kenapa kamu tega
merebut semua dari aku ?
112.
Nina : Astrid , ada apa ?
113.
Astrid : Diam kamu .
114.
Shinta : Aku tidak pernah mengambil
apapun dari kamu .
115.
Nina : Astrid , tenanglah . Apa
maksud kamu ?
116.
Astrid : Jabatan , Prestasi , dan …
117.
Shinta : Dan apa ?
118.
Astrid : Ah ,,, pokoknya dia adalah
orang yang berarti untuk hidup aku . (pergi)
Narator : Semuanya menjadi kacau . Persahabatan yang
telah lama dibangun kini hancur . Semua hanya mementingkan ego masing-masing .
Terjebak dalam cinta segitiga , kini membuat Andre , Shinta dan Astrid kini
tidak pernah bertegur sapa satu sama lain lagi . Astrid sangat prihatin dengan
keadaan persahabatan mereka yang kini didalamnya ternodai oleh cinta. Keesokan
harinya disekolah .
119.
Gara : Shinta …kamu kenapa ?
120.
Shinta : Pergi …
121.
Gara : Aku disini bermaksud baik .
Kenapa mengusir aku ?
123.
Shinta : Kamu disini hanya mengejek
aku kan ? Lebih baik kamu pergi .
124.
Gara : Kamu salah . Aku hanya ingin
menghiburmu .
125.
Shinta : Bohong ! Tidak ada yang
peduli padaku . (menangis)
126.
Gara : (mendekat dan memeluk Shinta) Siapa bilang ? Aku selallu ada disini
untuk kamu .
127.
Shinta : Kamu benar ?
128.
Gara : Ya … Aku selalu ada disini (menunjuk dada Shinta) di hati kamu .
129.
Shinta : (membalas pelukan Gara) Terima kasih kamu mau menemani aku . (tersenyum)
130.
Gara : (menghapus air mata Shinta) Sekarang
, kamu jangan menangis . Ayo kita pergi
.
(Hari-hari
Shinta kini ditemani dengan kehadiran Gara . Ia merasa kini Gara adalah orang
yang paling mengerti dengan keadaanya . )
131.
Andre : Shinta …
132.
Shinta : (berlari pergi)
133.
Andre : (mengejar Shinta) Shinta … tunggu ! Sampai kapan kamu akan
menghindar dari aku ?
134.
Shinta : Sampai kamu mau menerima
cinta Astrid .
135.
Andre : Kenapa harus Astrid ?
136.
Shinta : Dengar . Astrid itu sahabat
aku sejak kecil dan sekarang ? Astrid marah padaku hanya karena kamu suka
padaku .
137.
Andre : Tapi … itu semua kenyataan .
Hatiku bukan untuk Astrid tapi untuk ka …
138.
Shinta : (memegang tangan Andre) Re … tolong aku . Kalau kamu ingin melihat
aku bahagia . Ini adalah cara kamu membuat aku bahagia .
139.
Andre : Tapi … Maaf Shinta , aku
tidak bisa . Aku tidak mau membohongi perasaanku sendiri .
140.
Shinta : Andre … Tolong aku .
141.
Andre : Tolong beri aku kesempatan … (memegang tangan Shinta)
(Ketika percakapan itu sedang
berlangsung , tiba-tiba … )
142.
Astrid : Jadi ini ? Ini yang
dinamakan sahabat ?
143.
Andre : Astrid , dengar … Aku dan
Shinta hanya …
144.
Astrid : Diam ! Shinta , ternyata
kamu ini munafik ! Apa salahku padamu ?
145.
Shinta : Astriid , aku tidak pernah
mencintai Andre . Kami hanya …
146.
Astrid : Hanya apa ? Sahabat ?
147.
Shinta : (mengangguk pelan) Kamu
harus per …
148.
Astrid : Cukup ! Aku ini juga
sahabat Andre sejak kecil . Tapi tak pernah satu kali pun Andre memegang
tanganku seperti yang ia lakukan padamu .
149.
Andre : Apa yang kamu lihat , tidak
seperti yang kamu pikirkan .
150.
Astrid : Aku belum buta . Jelas
bukan ? Kalian berdua pengkhianat . (pergi
…)
(Masalah antar Astrid dan Shinta terus
memanas . Jika dahulu mereka bersahabat , kini Astrid menganggap Shinta adalah
musuhnya .)
151.
Astrid : (berbisik) Aku ingin bicara berdua denganmu .
152.
Gara : Sekarang ?
153.
Astrid : Tidak , terlalu berbahaya .
Kita bertemu dibelakang sekolah 5 menit lagi .
(5 menit kemudian dibelakang sekolah
…)
154.
Gara : Ada apa ? Aku tidak punya
banyak waktu .
155.
Astrid : Kamu benar-benar suka pada
Shinta ?
156.
Gara : Apa maksud kamu ?
157.
Astrid : Aku rasa kamu tidak terlalu
bodoh untuk mengerti maksud kata-kataku tadi .
158.
Gara : Lalu apa maksud kamu ?
159.
Astrid : Aku rasa kamu tau
perasaanku pada Andre . Dan …
160.
Gara : Kerja sama maksud kamu ?
161.
Astrid : Ternyata IQ-mu bagus juga .
Begini rencananya …(berbisik pada Gara)
162.
Gara : Apa ? Tidak … Aku tidak mau
!
163.
Astrid : Kenapa ? Ini adalah rencana
yang paling bagus .
164.
Gara : Tapi aku tidak mau menyakiti
Shinta . Dia juga sahabat kamu kan ?
165.
Astrid : Sahabat ? Ya…ya…ya… Itu
sewaktu Ia belum merebut semuanya dari aku .
166.
Gara : Tidak … Aku tidak ingin
menyakiti Shinta . Aku ingin menjaganya .(pergi…)
167.
Astrid : Kamu jangan bodoh . Kalau
tidak dengan cara ini , kamu tidak akan bisa bersamanya . Kamu pikir dengan
memberikannya perhatian lebih , kamu akan mendapatkan hatinya ? Kamu akan
menyesal telah menolak ajakanku ini (marah dan pergi kearah berlawanan)
(Keesokan harinya disekolah , seperti
biasa Shinta duduk ditaman sekolah . Gara lalu datang menghampirinya …)
168.
Gara : Hai … Sedang apa ?
169.
Shinta : Hai … Tidak sedang apa-apa ,
hanya ingin sendirian saja .
170.
Gara : Shinta , ada yang ingin aku
katakan .
171.
Shinta : Jangan sungkan , katakan
saja .
172.
Gara : Sebenarnya aku mau kamu tau
bahwa …
(Shinta tiba-tiba menerima telepon
dari Andre )
173.
Shinta : (sementara menerima telepon) Benarkah ??? Baik aku segera pergi …
Maaf yah Gara , lain kali saja kita bicara lagi . Dah … (berlari pergi)
174.
Gara : Kenapa aku selalu kalah dari
Andre ? (berbisik lalu kembali kekelas)
(Dikelas , Gara berpikir keras
bagaimana ia bisa mendapatkan simpati dari Shinta . Tiba-tiba ia teringat
kembali dengan ajakan Astrid . Dan akhirnya …)
175.
Astrid : Jadi … Bagaimana tawaranku
kemarin . Aku rasa kamu sudah tau apa yang terbaik untuk kamu ?
176.
Gara : Yah … Aku sudah
memikirkannya matang-matang . Aku setuju .
(senyum puas terukir di bibir Astrid .
Mereka merencanakan semuanya . Sampai suatu hari … ketika bel pulang sekolah
baru saja berbunyi . Hari ini kebetulan Shinta pulang sendiri . Setelah pension
jadi playgirl , Shinta biasanya pulang bersama Nina . Tapi seperti biasa ,
setiup hari jumat , Nina selalu pulang telat karena ada jadwal latihan band
disekolah . Shinta yang pulang sendiri , memilih melewati jalan pintas yang
melewati jalan yang sepi di tengah pohon-pohon yang berdiri tegak . Ketika
Shinta sedang berjalan , tiba-tiba Shinta dibius dan dibawa kesuatu tempat .
Waktu yang sama ketika latihan band disekolah .)
177.
Andre : Shinta pulang sendiri ?
178.
Nina : Ia , Shinta sudah biasa
pulang sendiri setiap hari jumat . Ada apa ?
179.
Andre : Tidak apa-apa .
180.
Nina : Aku ingin ketoilet dulu yah
?
181.
Andre : Cepat balik yah ?
(toilet sekolah itu berada diujung
koridor utama sekolah . Ketika berjalan kearah toilet sekolah , Nina mendengar
suara minta tolong dari arah gudang . Ketika itu juga , Nina langsung lari
ketakutan kearah ruang latihan . Di ruang latihan …)
182.
Sandy : Kamu kenapa ? cepat sekali ke
toiletnya ?
183.
Nina : Ada …ada…ada…(masih dengan nafas yang terhenti-henti)
184.
Andre : Ada apa ? Kalau bicar itu
harus jelas .
185.
Nina : Suara … suara … Minta
tolong … perempuan .
186.
Sandy : Minta tolong ? perempuan ?
Jangan-jangan …
187.
Andre : Jangan-jangan apa ? hantu ?
Itu hanya halusinasi kamu . Ayo mulai lagi.
(Entah dari mana datangnya , pikiran Andre
langsung teringat pada Shinta . Selesai latihan band , mereka pulang kerumah
masing-masing . Di kamar Andre … HP bordering )
188.
Andre : Halo … Ini siapa ?
189.
Lori : Ini Lori kakak Shinta .
190.
Andre : Oh iya … ada apa ?
191.
Lori : Kamu lihat Shinta ? Tidak
biasanya dia pulang malam begini .
192.
Andre : Jadi Shinta belum pulang ?
193.
Lori : Iya …
194.
Andre : Hari jumat Shinta memang
biasanya pulang sendiri . Karena kami ada latihan band setiap hari jumat .
195.
Lori : Jadi ??
196.
Andre : Jangan-jangan … Aku tau
dimana Shinta .
197.
Lori : Baiklah … Saya titip
Shinta padamu , kalau sudah ditemukan tolong langsung diantar kerumah yah ?
198.
Andre : Baik …Nanti aku beri kabar . (menutup handphone)
(Pikiran Andre langsung teringat
dengan apa yang didengar Sandy tadi sore disekolah . Andre menghubungi Sandy
dan akhirnya mereka bertemu disekolah)
199.
Sandy : Maaf terlambat . Sebenarnya
ada apa ? Kenapa malam-malam kesini ?
200.
Andre : Shinta belum pulang , aku
curiga dia disini .
201.
Sandy : (terkejut ) Kamu gila ?
Mana mungkin malam-malam begini dia ada disini ?
202.
Andre : Cerewet kamu . Sudah , ayo
ikut denganku (menarik tangan Sandy)
(di gudang sekolah)
203.
Andre : (mengetuk pintu dengan keras) Shinta … Shinta … Shinta …
204.
Sandy : Sudah aku bilang dia tidak
ada disini . Ayo pulang .
205.
Andre : Tunggu . Aku yakin Shinta ada
didalam .
206.
Sandy : Hantunya Shinta maksud kamu ?
207.
Andre : Tunggu disini , aku cari
kunci cadangannya .
(Andre menuju rumah penjaga sekolah
dan meminjam kunci gudang tersebut . Andre lallu membuka pintu gudang dan
ternyata benar , Shinta ada didalam)
208.
Andre : Shinta … (memeluk Shinta) Siapa yang melakukan ini ?
209.
Shinta : (gemetar) Aku takut … (pingsan)
(Andre membawa Shinta pulang kerumah
dan menceritakan pada Lori apa yang telah terjadi . Selama beberapa hari Shinta
tidak sadarkan diri . Ketika ia sadarkan diri , Lori menceritakan semua yang
terjadi . Saat disekolah , Shinta bermaksud mengucapkan terima kasih pada Andre
karena telah menolongnya)
210.
Nina : Bagaimana keadaanmu ?
211.
Shinta : Sudah tidak apa-apa . Kamu
lihat Andre ?
212.
Nina : Kalau tidak salah tadi
bersama Gara ke taman belakang sekolah .
213.
Shinta : Baiklah , aku menyusul
mereka dulu . (pergi ke taman belakang)
(Sesampainya ditaman belakang , Shinta
melihat Gara dan Andre bertengkar)
214.
Andre : Apa maksud kamu ?
215.
Gara : Kamu bilang kamu sahabatnya
Shinta , tapi kamu tega melakukan ini semua !
216.
Andre : Apa yang aku lakukan ? Aku
bahkan belum pernah bertemu dengannya belakangan ini .
217.
Gara : (menukul Andre) Kamu pikir aku tidak tau ? Kamu kan yang mengunci
Shinta digudang sekolah ?
218.
Andre : Jangan sembarangan bicara
kamu . Aku …
219.
Gara : Kalau bukan kamu . Bagaimana
kamu bisa secepat itu tau keberdaan Shinta ?
220.
Andre : Aku …
221.
Shinta : Hentikan ! Aku bilang
hentikan …
222.
Andre : Shinta … Shinta kamu jangan
percaya … (mendekati Shinta)
223.
Shinta : Diam… Ternyata kamu yang
melakukan ini semua ? Apa salahku pada kamu ? Apa yang aku lakukan padamu ? (menangis)
224.
Gara : (mendekati Shinta) Sudalah , ayo kita pergi dari sini .
(Setelah Gara membawa Shinta pergi)
225.
Andre : Aku berjanji Shinta . Akan
kutemukan siapa yang telah melakukan itu semua . Aku janji , aku akan membalas
semuanya .
(Beberapa hari berlalu , Shinta dan Andre
tak pernah bersama lagi . Sejak kejadian itu , Shinta lebih sering bersama Gara
. Suatu hari , ketika sedang berada di Toilet Andre mendengar percakapan antara dua orang yang tidak lain adalah Gara dan
Rizky)
226.
Rizky : Bagaimana hubunganmu dengan
Shinta ?
227.
Gara : Tinggal menunggu tanggal
mainnya saja . Satu-satunya orang yang ia percaya sekarang hanya aku . Andre bukan saingan berat lagi untukku .
228.
Rizky : Bagus kalau begitu . Tapi ,
bagaimana ceritany Shinta bisa begitu benci dengan Andre ? Kamu tau kan mereka
sudah bersahabat sejak SD.
229.
Gara : Ya … Mereka berempat memang
bersahabat sejak SD . Tapi tak ada yang tau kalau diantara mereka sudah ada
dendam ?
230.
Rizky : Aku tidak mengerti . Mereka
berempat ? Dendam ?
231.
Gara : Astrid , Nina , Shinta dan Andre
. Mereka kan bersahabat sejak kecil .
232.
Rizky : Lalu dendam ?
233.
Gara : Astrid mencintai Andre ,
tapi Andre mencintai Shinta .
234.
Rizky : Lalu ?
235.
Gara : Beberapa hari yang lalu ,
Astrid mengajak aku kerjasama dengannya .
(Gara menceritakan semuanya pada Rizky
. Tanpa mereka sadar . Andre sedang mendengar pembicaraan mereka dari balik
pintu)
236.
Gara : Begitu ceritanya … Dan
berhasil kan ? (Tertawa terbahak-bahak)
237.
Andre : Jadi , kamu menjebakku ? Selamat
. Rencana kamu memang berhasil . Tapi maaf , sebentar lagi semuanya akan
berantakan. (pergi)
238.
Gara : Aku tidak boleh membiarkan
dia menang . (menelpon Shinta)
(beberapa menit kemudian Shinta dan Gara
bertemu ditaman)
239.
Shinta : Ada apa ?
240.
Gara : Tadi aku dipukul oleh Andre
dikamar mandi .
241.
Shinta : Apa ? Kenapa dia memukulmu ?
242.
Gara : Dia menuduh aku yang
bekerjasama dengan Astrid .
243.
Andre : Shinta …(berlari) Dia … dia itu …
244.
Shinta : Apa ? Kamu mau bilang dia bersekongkol dengan Astrid ?
245.
Andre : Kamu sudah tau ? Akhirnya … (tertawa)
246.
Shinta : (menampar Andre) Hentikan ! Kamu tidak boleh memfitnah Gara.
247.
Andre : Tapi …
248.
Shinta : Cukup … Ayo kita pergi (menggandeng tangan Gara)
(Kejadian itu membuat Shinta makin
marah pada Andre , tapi walaupun Shinta marah ia tetap tidak bisa menyingkirkan
Andre dari pikirannya . Semakin ia merasa benci pada Andre , semakin besar pula
ia merasa bahwa Andre selalu ada dihatinya . Sampai suatu saat …)
249.
Gara : Ayo … (menggandeng tangan Shinta)
250.
Shinta : Ada apa ini ? Mau kemana
kita ?
251.
Gara : (tersenyum) Ikut saja . Kamu percaya padaku kan ?
252.
Shinta : Baiklah … Aku ikut .
(Gara membawa Shinta kesebuah taman yang
ada dipuncak . Taman yang sudah didesain khusus oleh desainer taman yang
terkenal . Sesampainya mereka di taman itu …)
256.
Shinta : Bagus sekali … Kamu membuat
ini semua ? (kagum)
257.
Gara : Ya … dan ini semua untuk
kamu .
258.
Shinta : (terkejut) Ini semua untuk aku ? Kenapa aku ?
259.
Gara : Kamu lihat taman ini ? Indah
bukan ?
260.
Shinta : Yah … sangat indah .
Siapapun yang memiliki taman ini pasti sangat bahagia .
261.
Gara : Kamu benar . Dan bagiku kamu
adalah taman ini . Taman yang akan kumiliki dihatiku . Dan seperti yang kamu
katakan. Siapapun orang yang memiliki kamu yang indah seperti taman ini , pasti
sangat bahagia .
262.
Shinta : Jadi ? (bingung)
263.
Gara : Boleh aku memiliki taman bunga yang indah ini (menunjuk hati Shinta) ?
264.
Shinta : (menjauh) Maaf … Aku tidak bisa .
265.
Gara : Kenapa ? Bukannya selama ini
aku selalu ada untuk kamu ? (nada
meninggi)
266.
Shinta : Tapi selama ini aku hanya
menganggap kamu sahabat . Tidak lebih .
267.
Gara : Lalu siapa yang ada dihatimu
saat ini ?
268.
Shinta : Yang pasti bukan kamu . (memegang tangan Gara) Kamu itu
sahabatku .
269.
Gara : (marah) Lalu siapa ? Apa orang itu Andre ?
270.
Shinta : Ya … Orang itu Andre . Aku
memang mencintainnya sejak aku masih kecil . Dia selalu ada uuntuk aku . Dia
selalu jadi orang pertama yang ada disamping aku saat aku sedih .
271.
Gara : Tapi itu dulu ? Sekarang aku
yang selalu jadi orang yang menghibur kamu ? Apa itu semua belum cukup buat
menggantikan posisi Andre ?
272.
Shinta : Aku sudah menganggap hubungan
kita hanya sebatas sahabat saja Gara .
273.
Gara : Kalau kamu cinta pada Andre
, kenapa kamu menolaknya ?
274.
Shinta : Astrid ! Bagaimanapun Astrid
juga sahabat aku . Aku sudah tau dari awal kalau Astrid itu mencintai Andre .
Aku pernah mendengar percakapannya dengan Nina .
(Gara sangat kecewa dengan apa yang
dikatakan oleh Shinta . Ia tidak menyangka bahwa ternyata Shinta mencintai
Andre . Emosi Gara mulai tidak bisa dikontrol lagi … )
275.
Gara : Kenapa bukan aku yang ada di
hatimu ? Mengapa harus Andre ?
276.
Shinta : Maafkan aku . Aku tidak bisa
membohongi perasaanku sendiri .
277.
Gara : Kamu tidak tau ? Aku telah
melakukan apapun untuk kamu . Sampai-sampai akiu menerima permintaan kerjasama
dengan As …
278.
Shinta : Apa ? Kamu ? Jadi apa yang
dikatakan Andre benar ?
279.
Gara : Tidak . Maksudku … Aku …
Hanya …
280.
Shinta : Katakan yang sebenarnya (berteriak dan mulai histeris)
281.
Gara : (kebingungan) Cukup ! Ya , aku memang melakukan semuanya … Itu
semua untuk kamu !
282.
Shinta : Aku tidak menyangka kamu
ternyata … (pergi sambil berlari)
(Shinta sangat terpukul dengan
kejadian tersebut . Ia merasa semuanya baikan cerita dongeng dengan akhir yang
menyedihkan baginya . Mulai dari sahabat yang mengkhianatinya , cinta segitiga
yang timbul dalam persahabatan dan kerjasama yang menyakitkan.)
283.
Mama : Shinta … Kamu kenapa ?
284.
Shinta : Tidak apa-apa … Aku ingin
sendiri . Jangan ganggu aku .
285.
Mama : (membuka pintu) Apa kamu mau cerita pada mama ?
286.
Shinta : Tidak . Aku hanya ingin
sendiri dulu .
287.
Mama : Tapi sayang …
288.
Shinta : Kenapa ? Memangnya mama ada
waktu untuk Shinta ? Mama selalu pergi pagi dan pulang malam . Mama tidak
pernah punya waktu untuk Shinta …
289.
Mama : Kamu tau sendiri pekerjaan
mama Shinta … Seharusnya kamu bisa mengerti .
290.
Shinta : Mama yang harusnya mengerti
. Aku juga butuh mama , bukan hany pekerjaan mama . Lebih baik mama keluar ,
aku ingin sendiri .
291.
Mama : Baiklah …
(Shinta merasa frustasi dengan
semuanya , ia kemudian memutuskan untuk bunuh diri . Ia mengambil pisau didapur
dan memotong nadinya . Beberapa detik kemudian ia tidak sadarkan diri lagi .
Setelah ia membuka matanya .)
292.
Mama : Kamu sudah sadar sayang … ?
293.
Shinta : Aku dimana ? Mama tidak bekerja
?
294.
Mama : Mama mengambil cuti untuk
menemanimu disini . Dan ada kejutan untuk kamu.
(Kemudian , teman-teman Shinta masuk .
Mulai dari Nina , kemudian Andre . Dan pemandangan yang sangat membuat Shinta
terkejut adalah Astrid yang berjalan dibelakang Andre , bersama … Gara ! Gara
menggandeng tangan Astrid )
295.
Astrid : Aku dan Gara ingin minta
maaf padamu . Selama ini aku telah menghalangi cinta kamu dengan Andre dan aku
telah menjadi pengkhianat bagi kamu . (Gara
hanya tersenyum dibelakang Astrid . Astrid menggandeng tangan Andre dan …
Astrid meletakan tangan Andre diatas tangan Shinta . Shinta terkejut . Tapi sebelum Shinta berkata apa-apa …) Aku tau
kalian saling mencintai dan aku ingin kalian bersamanya selamanya .
296.
Mama : Sayang … Mama ingin minta maaf
kalau selama ini mama tak memperhatikanmu . Tapi mama tau kamu pasti mengerti .
Dan mama harap Andre dapat menemani dan menghiburmu disaat mama tidak ada .
Mama sayang padamu .
297.
Nina : Akhirnya … Sekarang kamu
tau kan ? Kami semua sayang padamu dan kami akan selalu ada untuk kamu . Dan
yang pastinya …
298.
Andre : Aku akan selalu sayang padamu
dan selalu ada untuk kamu .
299.
Shinta : Terima kasih Tuhan .
Akhirnya semua berakhir bahagia . Aku tau bahwa mamaku tidak pernah mengabaikan
kehadiranku dan sebaliknya ia selalu menyayangiku . Dan sahabt-sahabatku dapat
kembali seperti dulu lagi . Bagaimana kalau setelah aku keluar dari rumah sakit
, kita pesta barbekyu ditaman ? Tapi …
300.
Mama : Baiklah ini pesta anak muda ,
mama tidak akan ikut tapi mama akan membuatkan saus barbekyu untuk kalian .
(Semua tertawa bahagia . Setelah
Shinta keluar dari RS mereka berpesta barbekyu ditaman . Shinta akhirnya
mengganti semua perkiraan tentang hidupnya . Bukan lagi cerita dongeng dengan
akhir yang tidak bahagia . Tapi cerita indah persahabatan yang didalamnya ada
cinta sahabat , pacar dan terlebih orangtua . Dan berakhir bahagia tentunya )\
SELESAI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar